(Bontang, 4 Juli 2020) Proses digitalisasi di sektor pasar Kota Taman segera terealisasi. Hal ini tertuang dalam Peresmian Retribusi Pasar Secara Non Tunai, kerjasama Pemerintah Kota Bontang bersama dengan Bank Kaltimtara.

Acara peresmian tersebut digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota pada Selasa 4 Juli 2020, dengan dihadiri langsung oleh Neni Moerniaeni Wali Kota Bontang beserta jajaran direksi Bank Kaltimtara dan Bank Indonesia Samarinda. Selain itu Dinas Perindagkop dan Bapenda juga turut serta dalam acara peresmian ini.

Asdar Kadis Perindagkop mengutarakan bahwa program ini sudah dicanangkan sejak 2019 yang lalu.

“Sebenarnya program ini sudah kita rintis sejak akhir 2019 kemarin. Hasil koordinasi konsultasi kita ke Bank Indonesia Samarinda, kemudian Alhamdulillah ditindak lanjuti. Kita bisa lihat sampai dengan hari ini kita sudah launching untuk satu dulu pilot project.”

Menurutnya, ini merupakan sebuah kebanggan bagi Kota Taman, pasalnya Bontang menjadi kota pertama dari 10 kabupaten di Kalimantan Timur yang akan menerapkan retribusi secara non tunai. Sebagai pilot project, Pasar Telihan akan menjadi yang pertama mengawali proses cashless dalam transaksi di pasar.

“Ini nanti insyaallah berjalan sebagai pilot project dulu di Pasar Telihan. Kemudian setelah kita resmikan Pasar Rawaindah tanggal 6 Agustus nanti akan menyusul.” Ucapnya.

Gandang Asisten Manajer Pengawasan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Samarinda mengatakan, bahwa program ini bertujuan untuk mendukung mewujudkian ekosistem digital yang dimulai dari pasar.

“hasil akhirnya adalah membuat ekosistem digital mulai dari pasar. Pingingnya kita diseluruh kota, mau mendukung smart city nya salah satunya melalui pasar digital. Harapannya semua orang bisa kesitu tanpa lagi membawa uang tunai.”  Ungkapya.

Retribusi pasar secara non tunai ini sendiri nantinya akan memudahkan para pedagang dalam melakukan pembayaran. Pasalnya, jika selama ini mereka harus melaukan transaksi pembayaran telebih dahulu kepihak bank, sekarang cukup menggunakan kartu ATM.

Muhammad Yamin Dirut Kaltimtara juga memberikan keterangan jika nanti akan ada petugas pasar dengan EDC yang akan lebih memudahkan proses pembayaran.

“Selanjutnya secara teknis, kita akap menyiapkan EDC. Jadi nanti ada petugas yang berkeliling ke pedagang-pedagang membawa EDC, kemudian kan pedagannya punya kartu jadi tinggal digesek. Dan saat digesek, sudah langsung masuk ke kas daerah.” Tukasnya.

Pembayaran retribusi pasar secara non tunai tentu sejalan dengan tujuan Kota Taman sebagai kota yang saat ini sedang menuju smart city. Diharapkan hal ini bisa menjadi langkah awal untuk membangun ekologi digital di sektor pasar yang ada di Kota Bontang. (kmf_rose)